2.1 Nitrogen
Nitrogen atau zat lemas adalah unsur kimia yang memiliki lambang N dan nomor atom 7. Biasanya ditemukan sebagai gas tanpa warna, tanpa
bau, tanpa rasa dan merupakan gas diatomik bukan logam yang stabil, sangat
sulit bereaksi dengan unsur atau senyawa lainnya. Dinamakan zat lemas karena
zat ini bersifat malas, tidak aktif bereaksi dengan unsur lainnya.
Gambar1 : Tampilan unsur nitrogen colorless (tanpa warna)
Nitrogen
mengisi 78,08 persen atmosfir Bumi dan terdapat dalam banyak jaringan
hidup. Nitrogen ditemukan oleh Daniel Rutherford pada
1772, yang menyebutnya udara beracun atau udara tetap.
Pengetahuan bahwa terdapat pecahan udara yang tidak membantu dalam pembakaran telah diketahui
oleh ahli kimia sejak akhir abad
ke-18 lagi. Nitrogen pada masa yang lebih kurang sama oleh Carl Wilhelm Scheele,
Henry Cavendish, dan Joseph Priestley, yang
menyebutnya sebagai udara terbakar atau udara telah flogistat.
Gas nitrogen adalah cukup lemas sehingga dinamakan oleh Antoine Lavoisier
sebagai azote, daripada perkataan Yunani αζωτος yang bermaksud
"tak bernyawa". Istilah tersebut telah menjadi nama kepada nitrogen
dalam perkataan Perancis dan kemudiannya berkembang ke
bahasa-bahasa lain.
Senyawa
nitrogen diketahui sejak Zaman Pertengahan
Eropa. Ahli
alkimia mengetahui asam
nitrat sebagai aqua fortis. Campuran asam hidroklorik dan asam
nitrat dinamakan akua regia, yang diakui karena kemampuannya untuk
melarutkan emas. Kegunaan
senyawa nitrogen dalam bidang pertanian dan perusahaan pada awalnya ialah dalam
bentuk kalium nitrat, terutama
dalam penghasilan serbuk peledak (garam mesiu), dan kemudiannya, sebagai baja dan juga stok makanan ternak
kimia.
Unsur
ini ditemukan oleh Hannig Brand pada tahun 1669
di Hamburg, Jerman. Dia menemukan unsur ini
dengan cara 'menyuling' air urin melalui proses penguapan dan setelah dia
menguapkan 50 ember air urin,
dia baru menemukan unsur yang dia inginkan. Namanya berasal dari bahasa Latin
yaitu phosphoros yang berarti
'pembawa terang' karena keunikannya yaitu bercahaya dalam gelap (glow-in-the
dark). dan kini hasil temuan itu telah sangat berkembang dan sangat berguna
bagi umat manusia.
Pembentukan
senyawa nitrogen sintetis pertama dilakukan oleh Priestley dan Cavendish yang melewatkan
percikan bunga api listrik di
dalam bejana berisi udara bebas dan akhirnya mendapatkan nitrat setelah sebelumnya
melarutkan oksida yang
terbentuk dalam reaksi dengan alkali. Penemuan ini cukup besar di masanya, mengingat
kebutuhan senyawa nitrogen untuk pupuk yang besar namun sayangnya alam tidak
cukup untuk memenuhinya. Karena itu, adanya senyawa nitrogen yang dapat dibuat
di dalam laboratorium memberikan peluang baru.
Namun
usaha dari proses ini tidak berjalan dengan mudah mengingat banyaknya kebutuhan
energi yang besar dan
efisiensinya yang terlalu rendah. Setelah ini banyak proses terus dikembangkan
untuk perbaikan. Nitrogen pernah diikatkan dari udara sebagai kalsium sianida, namun
tetap saja proses ini masih terlalu mahal. Proses-proses lain juga tidak
terlalu berbeda, seperti pengolahan termal atas campuran oksida nitrogen (NOX),
pembentukan sianida dari
berbagai sumber nitrogen, pembentukan aluminium nitrida, dekomposisi amonia dan
sebagainya. Semuanya tidak menunjukkan harapan untuk dapat dikomersialkan
walaupun secara teknis semua proses ini terbukti dapat dilaksanakan.
Sampai
akhirnya Haber dan Nernst melakukan penelitian yang
menyeluruh tentang keseimbangan antara nitogen dan hidrogen di bawah tekanan
sehingga membentuk amonia. Dari penelitian ini pula didapatkan beberapa katalis
yang sesuai. Reaksi ini sebenarnya membutuhkan tekanan sistem yang tinggi,
tetapi pada masa itu peralatan yang memadai belum ada dan mereka merancang
peralatan baru untuk reaksi tekanan tinggi (salah satu sumbangan dari
perkembangan industri baru ini).
Bukan
peralatan tekanan tinggi saja yang akhirnya tercipta karena dipicu oleh
tuntutan industri nitrogen ini. Haber dan Bosch, ilmuwan lain yang bekerjasama
dengan Haber, juga mengembangkan proses yang lebih efisien dalam usahanya
menghasilkan hidrogen dan nitrogen murni. Proses sebelumnya adalah dengan elektrolisis air untuk
menghasilkan hidrogen murni, dan distilasi udara cair untuk mendapatkan
nitrogen murni yang kedua usaha ini masih terlalu mahal untuk diaplikasikan
dalam mengkomersialkan proses baru pembuatan amonia mereka. Maka mereka
menciptakan proses lain yang lebih murah.
Usaha
bersama mereka mencapai kesuksesan pada tahun 1913 ketika berhasil membentuk
amonia pada tekanan tinggi. Proses baru ini masih memerlukan banyak energi
namun pengembangan lebih lanjut terus dilakukan. Dengan cepat proses ini
berkembang melebihi proses sintetis senyawa nitrogen lainnya, dan menjadi
dominan sampai sekarang dengan perbaikan-perbaikan besar masih berlanjut.
Sifat-sifat
Nitrogen adalah zat non logam, dengan
elektronegatifitas 3.0. Mempunyai 5 elektron di kulit terluarnya. Oleh karena
itu trivalen dalam sebagian besar senyawa. Nitrogen mengembun pada suhu 77K
(-196oC) pada tekanan atmosfir dan membeku pada suhu 63K (-210oC).
Sifat Fisik Nitrogen
3. Fasa = gas
18. Tidak bersifat magnetik
Sifat Kimia Nitrogen
Pada kondisi atau keadaan normal normal nitrogen tidak bereaksi dengan
udara, air, asam dan basa.
Senyawa
Hidrida utama
nitrogen ialah amonia (NH3) walaupun hidrazina (N2H4)
juga banyak ditemukan. Amonia bersifat basa dan terlarut sebagian dalam air membentuk ion ammonium (NH4+).
Amonia cair sebenarnya sedikit amfiprotik dan membentuk ion ammonium dan amida (NH2-)
keduanya dikenal sebagai garam amida dan nitrida (N3-),
tetapi terurai dalam air.
Gugus bebas amonia dengan atom hidrogen
tunggal atau ganda dinamakan amina. Rantai, cincin
atau struktur hidrida nitrogen yang lebih besar juga diketahui tetapi tak
stabil.
Peranan biologi
Nitrogen merupakan unsur kunci dalam asam amino dan asam nukleat, dan ini menjadikan nitrogen penting bagi semua
kehidupan. Protein
disusun dari asam-asam amino, sementara asam nukleat menjadi salah satu
komponen pembentuk DNA
dan RNA.
Polong-polongan,
seperti kedelai, mampu
menangkap nitrogen secara langsung dari atmosfer karena bersimbiosis dengan bakteri bintil akar.
Isotop
Ada 2 isotop Nitrogen yang stabil yaitu: 14N
dan 15N. Isotop yang paling banyak adalah 14N (99.634%),
yang dihasilkan dalam bintang-bintang dan yang selebihnya adalah 15N.
Di antara sepuluh isotop yang dihasilkan secara sintetik, 1N
mempunyai paruh waktu selama 9 menit dan yang selebihnya sama atau lebih kecil
dari itu.
Nitrogen dalam perindustrian
Peranan nitrogen dalam perindustrian relatif
besar dan industri yang menggunakan unsur dasar nitrogen sebagai bahan baku utamanya disebut pula sebagai industri nitrogen.
Nitrogen yang berasal dari udara merupakan komponen utama dalam pembuatan pupuk dan telah
banyak membantu intensifikasi produksi bahan makanan di seluruh dunia.
Pengembangan proses fiksasi nitrogen telah berhasil memperjelas berbagai asas
proses kimia dan proses tekanan tinggi serta telah menyumbang banyak
perkembangan di bidang teknik kimia.
Sebelum adanya proses fiksasi (pengikatan)
nitrogen secara sintetik, sumber utama nitogen untuk keperluan pertanian
hanyalah bahan limbah dan kotoran hewan, hasil dekomposisi dari bahan-bahan
tersebut serta amonium sulfat yang didapatkan dari hasil sampingan pembuatan kokas dari batubara. Bahan-bahan seperti ini tidak mudah ditangani belum lagi jumlahnya yang
tidak mencukupi semua kebutuhan yang diperlukan.
Salpeter Chili, salpeter dari air
kencing hewan dan manusia, dan amonia yang
dikumpulkan dari pembuatan kokas menjadi penting belakangan ini tetapi akhirnya
disisihkan lagi oleh amonia sintetik dan nitrat. Amonia merupakan bahan dasar bagi
pembuatan hampir semua jenis produk yang memakai nitrogen.
Bahan baku
Bahan baku utama yang banyak digunakan
dalam industri nitrogen adalah udara, air, hidrokarbon dan tenaga listrik. Batubara dapat
menggantikan hidrokarbon namun membutuhkan penanganan yang lebih rumit,
sehingga proses menjadi kompleks dan berakibat pada mahalnya biaya operasi.
Penggunaan
Nitrogen
memiliki berbagai keperluan. Selain pembuatan ammonia,
penggunaan terbesar, nitrogen digunakan dalam industri elektronik untuk
flush udara dari tabung vakum sebelum tabung dimeteraikan. Bola lampu pijar
yang memerah dengan gas nitrogen sebelum diisi dengan nitrogen argon gas campuran. Dalam operasi pengerjaan logam, nitrogen
digunakan untuk mengontrol furnace atmospheres
during annealing (heating and slowly cooling tungku atmosfer selama
annealing (pemanasan dan pendinginan perlahan metal
for strengthening). logam untuk memperkuat). Nitrogen
digunakan untuk membuat berbagai bahan peledak termasuk ammonium nitrate, amonium nitrat, nitroglycerin, nitrogliserin, nitrocellulose, and nitroselulosa, dan trinitrotoluene (TNT). trinitrotoluene (TNT). Hal
ini digunakan sebagai refrigeran baik untuk pembekuan perendaman produk makanan
dan untuk transportasi makanan, dan dalam bentuk cair itu digunakan industri
minyak untuk membangun tekanan dalam sumur untuk memaksa.
minyak mentah ke permukaan.
Penggunaan
gas amonia bermacam-macam ada yang langsung digunakan sebagai pupuk, pembuatan pulp untuk kertas, pembuatan garam nitrat dan asam nitrat, berbagai jenis
bahan peledak,
pembuatan senyawa nitro dan berbagai
jenis refrigeran. Dari gas ini juga
dapat dibuat urea, hidrazina dan hidroksilamina.
Gas
amonia banyak juga yang langsung digunakan sebagai pupuk, namun jumlahnya masih
terlalu kecil untuk menghasilkan jumlah panen yang maksimum. Maka dari itu
diciptakan pupuk campuran, yaitu pupuk yang mengandung tiga unsur penting untuk
tumbuhan (N + P2O5 + K2O). Pemakaian yang
intensif diharapkan akan menguntungkan semua pihak.
Nitrogen dapat mempercepat penyulingan minyak, N2 cair digunakan untuk mendinginkan hasil makanan
dan ban yang memakai nitrogen punya banyak manfaat dibanding jika ban yang
masih menggunakan angin biasa. Manfaat yang didapat jika ban memakai nitrogen
diantaranya adalah :
1. Pertama yang
bisa dirasakan adalah bantingan suspensi mobil akan terasa lebih lembut
dibandingkan jika ban masih menggunakan angin biasa. Hal ini karena gas
nitrogen mampu menjaga elastisitas ban yang dipakai, sehingga kelenturan karet
ban dapat terjaga.
2. Nitrogen
dapat menutup pori-pori karet ban dengan baik, sehingga tekanan ban dapat
bertahan lebih lama, kurang lebih hingga 1 bulan lamanya, sangat berbeda dengan
angin biasa yang umumnya setelah 4 atau 5 hari tekanannya akan berkurang.
Selain itu nitrogen juga dapat memberi lapisan semacam oil, sehingga bagian
dalam ban tidak cepat kering.
3. Nitrogen
tidak mudah memuai dan terpengaruh suhu panas, sehingga tekanan ban dengan
nitrogen akan mampu stabil saat kondisi ban sudah terpengaruh suhu panas, entah
itu saat mobil melaju pada kecepatan tinggi seperti saat melintasi jalan tol
ataupun saat kondisi pemukaan jalan mulai panas. Sehingga dengan nitrogen
resiko pecah ban akibat tekanan ban yang meningkat dapat dikurangi.
4. Dalam
keadaan darurat, seperti saat ban bocor, nitrogen tetap dapat dicampur dengan
angin biasa. Namun sebaiknya, jika telah menemukan bengkel yang dapat mengisi
ban dengan nitrogen, maka secepatnya tekanan ban dikuras dan kembali di isi
dengan nitrogen.
Bahaya Nitrogen
Limbah
baja nitrat merupakan penyebab utama pencemaran air sungai dan air bawah tanah.
Senyawa yang mengandung siano (-CN) menghasilkan garam yang sangat beracun dan
bisa membawa kematian pada hewan dan manusia.
2.2 Fosfor
Fosfor adalah unsur kimia yang
memiliki lambang P dengan nomor atom 15. Fosfor
berupa nonlogam,
bervalensi banyak, termasuk golongan nitrogen, banyak
ditemui dalam batuan fosfat anorganik dan dalam semua sel hidup tetapi tidak
pernah ditemui dalam bentuk unsur bebasnya. Fosfor amatlah reaktif, memancarkan
pendar cahaya yang lemah ketika bergabung dengan oksigen,
ditemukan dalam berbagai bentuk, dan merupakan unsur penting dalam makhluk
hidup. Fosfor berupa berbagai jenis senyawa logam transisi atau
senyawa tanah langka seperti
zink sulfida (ZnS) yang ditambah tembaga
atau perak, dan zink silikat
(Zn2SiO4)yang dicampur dengan mangan.
Gambar 2 :
tampilan unsure fosfor
Bentuk
Fosforus
dapat berada dalam empat bentuk atau lebih alotrop: putih (atau kuning), merah,
dan hitam (atau ungu). Yang paling umum adalah fosforus merah dan putih,
keduanya mengelompok dalam empat atom yang berbentuk tetrahedral. Fosforus
putih terbakar ketika bersentuhan dengan udara dan dapat berubah menjadi
fosforus merah ketika terkena panas atau cahaya. Fosforus putih juga dapat
berada dalam keadaan alfa dan beta yang dipisahkan oleh suhu transisi-3,8 °C.
Fosforus merah relatif lebih stabil dan menyublim pada 170 °C pada tekanan
uap 1 atm, tetapi terbakar akibat tumbukan atau gesekan. Alotrop fosforus hitam
mempunyai struktur seperti grafit
atom-atom tersusun dalam lapisan-lapisan heksagonal yang menghantarkan listrik.
Fosfor
diproduksi dengan mereduksi kalsium fosfat, Ca3(PO4)2,
dengan batuan kuarsa dan batu bara. Alotrop fosfor meliputi fosfor putih,
fosfor merah, dan fosfor hitam.

Gambar Fosfor putih, merah, hitam
Fosfor putih
adalah molekul dengan komposisi P4 (Gambar 4.7). Fosfor putih
memiliki titik leleh rendah (mp 44.1o C) dan larut dalam benzen atau
karbon disulfida. Karena fosfor putih piroforik dan sangat beracun, fosfor
putih harus ditangani dengan hati-hati.

Fosfor merah
berstruktur amorf dan strukturnya tidak jelas. Komponen utamanya diasumsikan
berupa rantai yang dibentuk dengan polimerisasi molekul P4 sebagai
hasil pembukaan satu ikatan P-P. Fosfor merah tidak bersifat piroforik dan
tidak beracun, dan digunakan dalam jumlah yang sangat banyak untuk memproduksi
korek dan sebagainya.
Fosfor hitam
adalah isotop yang paling stabil dan didapatkan dari fosfor putih pada
tekanan tinggi (sekitar 8 GPa). Fosfor hitam memiliki kilap logam dan
berstruktur lamelar. Walaupun fosfor hitam bersifat semikonduktor pada tekanan
normal, fosfor hitam menunjukkan sifat logam pada tekanan tinggi (10 GPa).
Senyawa fosfor sebagai ligan
Fosfin tersier, PR3,
dan fosfit tersier, P(OR)3, merupakan ligan yang sangat penting
dalam kimia kompleks logam transisi. Khususnya trifenilfosfin, P(C6H5)3,
trietil fosfin, P(C2H5)3, dan turunannya
merupakan ligan yang sangat berguna dalam banyak senyawa kompleks, sebab
dimungkinkan untuk mengontrol dengan tepat sifat elektronik dan sterik dengan
memodifikasi substituennya (bagian 6.3 (c). Walaupun ligan-ligan ini adalah
donor sigma, ligan-ligan ini dapat menunjukkan karakter penerima pi dengan
mengubah substituennya menjadi penerima elektron Ph (fenil), OR, Cl, F dan
sebagainya.
Urutan
karakter penerima elektron diperkirakan dari frekuensi uluran C-O dan
pergeseran kimia 13C NMR senyawa logam karbonil fosfin atau fosfit
tersubstitusi adalah sbb (Ar adalah aril dan R adalah alkil).
PF3
> PCl3 > P(OAr)3 > P(OR)3 > PAr3
> PRAr2 > PR2Ar > PR3
Di
pihak lain, C. A. Tolman telah mengusulkan sudut pada ujung kerucut yang
mengelilingi substituen ligan fosfor pada jarak kontak van der Waals dapat
digunakan sebagai parameter untuk mengukur keruahan sterik fosfin atau
fosfit. Parameter ini, disebut sudut kerucut, dan telah digunakan
secara meluas (Gambar 4.8). Bila sudut kerucut besar, bilangan
koordinasi akan menurun karena halangan sterik, dan konstanta kesetimbangan
disosiasi dan laju disosiasi ligan fosfor menjadi lebih besar (Tabel 4.2).
Ungkapan numerik efek sterik sangat bermanfaat dan banyak studi telah dilakukan
untuk mempelajari hal ini.


Sifat-sifat
Secara
umum fosforus membentuk padatan putih yang lengket yang memiliki bau yang tidak
enak tetapi ketika murni menjadi tak berwarna dan transparan. Nonlogam ini
tidak larut dalam air, tetapi larut dalam karbon disulfida. Fosforus murni
terbakar secara spontan di udara membentuk fosforus pentoksida.
Sifat Fisik Fosfor
20. Tidak bersifat magnetik
Sifat Kimia Fosfor
1. Reaksi fosfor dengan Air
Fosfor putih bersinar dalam gelap
saat terkena udara
lembab dalam proses
yang dikenal sebagai chemiluminescence.
2. Reaksi fosfor dengan Udara
Fosfor putih harus ditangani dengan
hati-hati. Hal spontanteously
bila menyatu di udara pada suhu kamar untuk membentuk
"fosfor pentoksida" tetraphosphorus
desaoksida, P4O10.

kontrol hati-hati (75% O2, N2
25%, 50°C, 90
mm Hg), campuran terbentuk, salah satu produk di
mana adalah "fosfor
trioksida" tetraphosphorus hexaoxide, P4O6.

3. Reaksi fosfor dengan halogen



P4 (s) + 6F2 (g) 4PF3
(g)
P4 (s) + 6Cl2 (g) 4PCl3
(g)
P4 (s) + 6Br2 (g)
4PBr3
(g)

Fosfor putih bereaksi dengan yodium
dalam karbon disulfida
(CS2) untuk membentuk fosfor (II)
iodida. Senyawa yang sama terbentuk
dalam reaksi antara
fosfor merah dan
yodium pada 180°C.

4. Reaksi Fosfor dengan asam
Fosfor tidak bereaksi dengan larutan
asam non oksidasi.
Manfaat atau Kegunaan
Dalam
beberapa tahun terakhir, asam fosfor yang mengandung 70% – 75% P2O5,
telah menjadi bahan penting pertanian dan produksi tani lainnya. Permintaan
untuk pupuk secara global telah meningkatkan produksi fosfat yang banyak.
Fosfat juga digunakan untuk produksi gelas spesial, seperti yang digunakan pada
lampu sodium. Kalsium fosfat digunakan untuk membuat perabotan China
dan untuk memproduksi mono-kalsium fosfat. Fosfor juga digunakan dalam
memproduksi baja, perunggu fosfor, dan produk-produk lainnya. Trisodium fosfat
sangat penting sebagai agen pembersih, sebagai pelunak air, dan untuk menjaga
korosi pipa-pipa. Fosfor juga merupakan bahan penting bagi sel-sel protoplasma,
jaringan saraf dan tulang. Kegunaan fosfor yang terpenting adalah dalam
pembuatan pupuk, dan secara luas digunakan dalam bahan peledak, korek api,
kembang api, pestisida, odol dan deterjen. Kegunaan fosfor yang paling umum
ialah pada ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan lampu pendar, sementara
fosfor dapat ditemukan pula pada berbagai jenis mainan yang dapat berpendar
dalam gelap (glow in the dark).
Kegunaan
fosforus yang terpenting adalah dalam pembuatan pupuk, dan secara luas
digunakan dalam bahan peledak, korek api, kembang api, pestisida, odol, dan
deterjen.
2.3 Arsen
Arsen, arsenik, atau arsenikum
adalah unsur metaloid dalam tabel periodik yang
memiliki simbol As dan nomor atom 33. Arsen adalah
bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik;
kuning, hitam, dan abu-abu. Arsenik dan senyawa arsenik digunakan sebagai pestisida, herbisida, insektisida, dan dalam
berbagai aloy. Di
alam biasanya arsen terdapat dalam bentuk mineral pada kerak bumi seperti
realgar (As4S4), orpiment (As2S2), arsenolit (As2O3) dan mineral besi seperti
arsenopirit (FeAsS) dan leolingit (FeAs2).
Gambar 3 : tampilan arsen berwarna abu-abu
metalik
Arsenik
dikenal dan digunakan di Persia dan di banyak tempat lainnya sejak zaman dahulu. Bahan
ini sering digunakan untuk membunuh, dan gejala keracunan arsenik
sulit dijelaskan, sampai ditemukannya tes Marsh, tes kimia sensitif
untuk mengetes keberadaan arsenik.
Karena
sering digunakan oleh para penguasa untuk menyingkirkan lawan-lawannya dan
karena daya bunuhnya yang luar biasa serta sulit dideteksi, arsenik disebut Racun para raja, dan Raja dari semua racun.
Dalam zaman Perunggu, arsenik sering digunakan di perunggu, yang membuat
campuran tersebut lebih keras.
Warangan, yang sering digunakan
sebagai bahan pelapis permukaan keris,
mengandung bahan utama arsen. Arsen membangkitkan penampilan pamor keris dengan mempertegas
kontras pada pamor. Selain itu, arsen juga meningkatkan daya bunuh senjata
tikam itu. Albertus
Magnus dipercaya sebagai orang pertama yang menemukan bagaimana mengisolasi
elemen ini di tahun 1250. Pada
tahun 1649 Johan Schroeder
mempublikasi 2 cara menyiapkan arsenik.
Lambang alkimia untuk arsenik
Pada
zaman Ratu
Victoria di Britania
Raya, arsenik dicampurkan dengan cuka dan kapur
dan dimakan oleh kaum perempuan untuk meningkatkan penampilan wajah mereka,
membuat kulit mereka lebih putih untuk menunjukkan bahwa mereka tidak bekerja
di ladang. Arsenik juga digosokkan di muka dan di lengan kaum perempuan untuk
memutihkan kulit mereka. Namun ini sangat tidak dianjurkan sekarang.
Sifat-sifat
Arsenik
secara kimiawi memiliki karakteristik yang serupa dengan Fosfor, dan sering dapat
digunakan sebagai pengganti dalam berbagai reaksi biokimia dan juga beracun.
Ketika dipanaskan, arsenik akan cepat teroksidasi menjadi oksida arsenik, yang
berbau seperti bau bawang putih. Arsenik dan beberapa senyawa arsenik juga
dapat langsung tersublimasi, berubah dari padat menjadi gas tanpa menjadi
cairan terlebih dahulu. Zat dasar arsenik ditemukan dalam dua bentuk padat yang
berwarna kuning dan metalik, dengan berat jenis 1,97 dan 5,73.
Sifat Fisika Arsenik
Sifat Kimia Arsenik
1. Reaksi arsenik dengan air
Arsenik tidak bereaksi dengan air
dalam ketiadaan udara
dalam kondisi normal.
2. Reaksi arsenik dengan udara
Arsenik stabil di udara kering,
tetapi permukaan mengoksidasi
perlahan di udara
lembab untuk memberikan
perunggu menodai dan
akhirnya penutup hitam.
Ketika dipanaskan di udara, arsenik
menyatu "arsenik trioksida" tetra-arsenik
hexaoxide, As4O6.
Hal ini disertai dengan
pendar di bawah beberapa
kondisi. Ketika dipanaskan
dalam oksigen, arsenik
menyatu untuk membentuk
"arsen pentoksida" tetra-arsenik decaoxide.


3. Reaksi arsenik dengan halogen
Arsenik bereaksi dengan fluor untuk
membentuk arsen gas
(V) fluoride

Arsenik bereaksi dalam kondisi yang terkendali dengan halogen fluorin, klorin
bromin, dan yodium
untuk membentuk arsen
(III) trihalides.




Arsen dan lingkungan
Beberapa
tempat di bumi mengandung arsen yang cukup tinggi sehingga dapat merembes ke air tanah. WHO menetapkan ambang aman tertinggi arsen di air
tanah sebesar 50 ppb (bagian per milyar). Kebanyakan wilayah dengan
kandungan arsen tertinggi adalah daerah aluvial yang merupakan endapan lumpur
sungai dan tanah dengan kaya bahan organik. Diperkirakan sekitar 57 juta orang
meminum air tanah yang terkontaminasi arsen berlebih, sehingga
berpotensi meracun.
Arsenik dalam air tanah bersifat alami,
dan dilepaskan dari sedimen ke dalam air tanah karena tidak adanya oksigen pada
lapisan di bawah permukaan tanah. Air tanah ini mulai dipergunakan setelah
sejumlah LSM dari barat meneliti program air sumur
besar-besaran pada akhir abad ke-20, namun gagal menemukan keberadaan arsenik
dalam air tanah. Diperkirakan sebagai keracunan masal terburuk dalam sejarah
dan mungkin musibah lingkungan terparah dalam sejarah. Di Banglades terjadi epidemik keracunan masal disebabkan oleh
arsenik.
Banyak negara lain di Asia, seperti Vietnam, Kamboja, Indonesia, dan Tibet, diduga
memiliki lingkungan geologi yang serupa dan kondusif untuk menghasilkan air
tanah yang mengandung arsenik dalam kadar yang tinggi.
Manfaat
Penggunaan arsen sangat bervariasi antara
lain pada industri pengerasan tembaga dan timbal sebagai bahan pengisi
pembentukan campuran logam, industri pengawet kayu (bersama tembaga dan krom),
untuk melapisi perunggu (menjadikannya berwarna merah tua), industri cat,
keramik, gelas (penjernih dari noda besi) dan kertas dinding.
Timbal biarsenat telah digunakan di abad
ke-20 sebagai insektisida untuk buah namun
mengakibatkan kerusakan otak para pekerja yang menyemprotnya. Selama abad
ke-19, senyawa arsen telah digunakan dalam bidang obat-obatan tetapi kebanyakan
sekarang telah digantikan dengan obat-obatan modern.
Kegunaan lain:
·
Berbagai macam insektisida dan racun
Galium
arsenida adalah material semikonduktor
penting dalam sirkuit
terpadu. Sirkuit dibuat menggunakan komponen ini lebih cepat tapi juga
lebih mahal daripada terbuat dari silikon.
·
Berbagai macam senyawa
Bahaya Arsenik
Arsenik
dan sebagian besar senyawa arsenik adalah racun yang kuat. Arsenik membunuh
dengan cara merusak sistem
pencernaan, yang menyebabkan kematian oleh karena shock.
2.4
Antimon
Antimon adalah suatu unsur metaloid kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Sb dan nomor atom 51. Lambangnya diambil dari bahasa Latin Stibium. Antimon merupakan metaloid dan mempunyai
empatalotropi bentuk.
Bentuk stabil antimon adalah logam biru-putih. Antimoni kuning dan hitam adalah
logam tak stabil. Antimon
digunakan sebagai bahan tahan api, cat, keramik, elektronik dan karet.
Gambar 4 : Tampilan unsure antimony silvery
lustrous grey (abu-abu keperakan mengkilap)
Sifat-sifat
Antimon merupakan unsur dengan warna putih keperakan, berbentuk kristal padat yang
rapuh. Daya hantar listrik (konduktivitas) dan panasnya lemah. Zat ini
menyublim (menguap dari fasa padat) pada suhu rendah. Sebagai sebuah metaloid, antimon
menyerupai logam dari penampilan fisiknya tetapi secara kimia ia bereaksi berbeda dari logam
sejati.
Sifat Fisika Antimom
18. Tidak bersifat magnetic
Sifat Kimia Atimon
1. Reaksi dengan air
Ketika antimon panas merah akan bereaksi
dengan air untuk
membentuk antimon (III) trioksida.

2. Reaksi dengan udara
Ketika antimon dipanaskan akan bereaksi dengan oksigen di
udara untuk formulir
trioksida antimon (III).

3. Reaksi dengan halogen
Antimon bereaksi dalam kondisi yang terkendali dengan semua halogen untuk
membentuk antimon (III) dihalides.




4.
Reaksi dengan asam
Antimon larut dalam asam sulfat
pekat panas atau
asam nitrat, untuk
membentuk solusi yang
mengandung Sb (III). Reaksi asam sulfat
menghasilkan sulfur (IV) gas dioksida.
Antimon tidak bereaksi
dengan asam klorida
dalam ketiadaan oksigen.
Manfaat
Antimon dimanfaatkan dalam produksi
industri semikonduktor dalam produksi dioda dan detektor
infra merah. Sebagai sebuah
campuran, logam semu ini meningkatkan kekuatan mekanik bahan. Manfaat yang
paling penting dari antimon adalah sebagai penguat timbal untuk batere. Kegunaan-kegunaan lain adalah campuran antigores, korek api, obat-obatan
dan pipa.
Oksida
dan sulfida antimon, sodium antimonat, dan antimon triklorida digunakan dalam
pembuatan senyawa tahan api, keramik, gelas,
dan cat. Antimon sulfida alami (stibnit) diketahui telah digunakan sebagai
obat-obatan dan kosmetika dalam masa Bibel.
Bahaya Antimon
Antimon dan senyawa-senyawanya adalah toksik (meracun). Secara klinis, gejala akibat
keracunan antimon hampir mirip dengan keracunan arsen. Dalam dosis
rendah, antimon menyebabkan sakit kepala dan depresi. Dalam dosis tinggi,
antimon akan mengakibatkan kematian dalam beberapa hari.
Senyawa antimon
2.5 Bismut
Bismut adalah suatu unsur kimia yang
memiliki lambang Bi dan nomor atom 83. Logam dengan kristal trivalen ini memiliki
sifat kimia mirip dengan arsen
dan antimoni. Dari semua jenis logam,
unsur ini paling bersifat diamagnetik
dan merupakan unsur kedua setelah raksa
yang memiliki konduktivitas
termal terendah. Senyawa bismut bebas timbal sering digunakan sebagai
bahan kosmetik
dan dalam bidang medis.
Gambar 5 : Tampilan unsure bismut
lustrous reddish white (putih berkilau kemerahan)
Bismut
(berasal dari bahasa latin bisemutun, dari bahasa Jerman Wismuth)
Pada awalnya membingungkan dengan timah dan timbal dimana bismut mempunyai
kemiripan dengan elemen itu. Basilius akhirnya menjelaskan sebagian sifatnya di
tahun 1450. Claude Francois Geoffroy menunjukkan di tahun 1753 bahwa logam ini
berbeda dengan timbal.
Di
dalam kulit bumi, bismut kira-kira dua kali lebih berlimpah dari pada
emas.Biasanya tidak ekonomis bila menjadikannya sebagai tambang utama. Melainkan
biasanya diproduksi sebagai sampingan pemrosesan biji logam lainnya misalnya
timbal, tungsten dan campuran logam lainnya.
Bismut
terdapat dialam sebagai bijih sulfide dan Bi2S3 (bismuth
glance) dan dalam bijih tembaga, timah dan timbel. Bismut dapat diperoleh dari
bijih dengan proses yang sederhana yaitu dipanggang untuk memperoleh
oksidasinya Bi2O3 kemudian direduksi dengan karbon atau
dengan H2. Bismut yang terdapat dalam senyawanya dengan tingkat
oksidasi +3 dan +5. Senyawa bismuth dengan tingkat oksidasi +5 (NaBiO3,
BiF5) bersifat oksidator kuat. Semua garam bismuth (III) halida dapat dijumpai namun hanya BeF3
yang ditemui sebahai garam. Seperti halnya pada timah dan timbel, bismut (III)
lebih stabil dari pada bismut (V).
Sifat-sifat
Diantara
logam berat lainnya, bismut tidak berbahaya seperti unsur-unsur lain seperti
Timbal, Thallium and Antimon. Dulunya, bismut juga diakui sebagai elemen dengan
isotop yang stabil, tapi sekarang sekarang diketahui bahwa itu tidak benar. Tidak
ada material lain yang lebih natural diamakentik dibandingkan bismut. Bismut
mempunyai tahanan listrik yang tinggi. Ketika terbakar dengan oksigen, bismut terbakar dengan nyala yang berwarna
biru.
Sifat Fisika Bismut
Berdasarkan sifat medan magnet atomis,
bahan dibagi menjadi tiga golongan, yaitu diamagnetik, paramagnetik dan
ferromagnetik.Berikut akan djelaskan tentang ketiga sifat dari kemagnetan.
a. Diamagnetik.
Bahan diamagnetik adalah bahan yang
resultan medan magnet atomis masing-masing atom atau molekulnya nol, tetapi
orbit dan spinnya tidak nol. Bahan diamagnetik tidak mempunyai momen dipol
magnet permanen. Jika bahan diamagnetik diberi medan magnet luar, maka
elektron-elektron dalam atom akan berubah gerakannya sedemikian hingga
menghasilkan resultan medan magnet atomis yang arahnya berlawanan.
Sifat diamagnetik bahan ditimbulkan oleh
gerak orbital elektron sehingga semua bahan bersifat diamagnetik karena atomnya
mempunyai elektron orbital. Bahan dapat bersifat magnet apabila susunan atom
dalam bahan tersebut mempunyai spin elektron yang tidak berpasangan. Dalam
bahan diamagnetik hampir semua spin elektron berpasangan, akibatnya bahan ini
tidak menarik garis gaya. Permeabilitas bahan diamagnetik adalah 0μμ<>mχ. Contoh bahan diamagnetik yaitu: bismut, perak,
emas, tembaga dan seng.
Bahan diagmanetik memiliki negatif,
kerentanan lemah untuk medan magnet. bahan Diamagnetic sedikit ditolak oleh
medan magnet dan materi tidak mempertahankan sifat magnetik ketika bidang
eksternal dihapus. Dalam bahan diamagnetic semua elektron dipasangkan sehingga
tidak ada magnet permanen saat bersih per atom.
sifat Diamagnetic timbul dari penataan kembali dari orbit elektron di bawah
pengaruh medan magnet luar. Sebagian besar unsur dalam tabel periodik, termasuk
tembaga, perak, dan emas, adalah diamagnetic.
Diamagnetisme adalah sifat suatu benda
untuk menciptakan suatu medan magnet ketika dikenai medan magnet .Sifat ini menyebabkan efek
tolak menolak. Diamagnetik adalah salah satu bentuk magnet yang cukup lemah,
dengan pengecualian superkonduktor
yang memiliki kekuatan magnet yang kuat.
Semua material menunjukkan peristiwa diamagnetik
ketika berada dalam medan magnet. Oleh karena itu, diamagnetik adalah peristiwa
yang umum terjadi karena pasangan elektron , termasuk elektron inti di atom, selalu
menghasilkan peristiwa diamagnetik yang lemah. Namun demikian, kekuatan magnet
material diamagnetik jauh lebih lemah dibandingkan
kekuatan magnet material feromagnetik ataupun paramagnetik. Material
yang disebut diamagnetik umumnya berupa benda yang disebut 'non-magnetik',
termasuk di antaranya air,
kayu, senyawa
organik seperti minyak bumi dan beberapa jenis plastik serta
beberapa logam seperti
tembaga, merkuri ,emas
dan bismut .Superkonduktor adalah
contoh diamagnetik sempurna.
Ciri-ciri dari bahan diamagnetic adalah:
•
|
Bahan yang resultan
|
•
|
Jika solenoida dirnasukkan bahan
ini, induksi magnetik yang timbul lebih kecil.
|
•
|
Permeabilitas bahan ini: u
<> o.
Contoh: Bismuth, tembaga, emas, perak, seng, garam dapur. |
b. Paramagnetik
Bahan
paramagnetik adalah bahan yang resultan medan
magnet atomis masing-masing atom/molekulnya tidak nol, tetapi resultan medan magnet atomis total
seluruh atom/molekul dalam bahan nol (Halliday & Resnick, 1989). Hal ini
disebabkan karena gerakan atom/molekul acak, sehingga resultan medan magnet atomis
masing-masing atom saling meniadakan. Bahan ini jika diberi medan
magnet luar, maka elektron-elektronnya akan berusaha sedemikian rupa sehingga
resultan medan magnet atomisnya searah dengan medan magnet luar. Sifat
paramagnetik ditimbulkan oleh momen magnetik spin yang menjadi terarah oleh medan magnet luar. Pada
bahan ini, efek diamagnetik (efek timbulnya medan
magnet yang melawan medan
magnet penyebabnya) dapat timbul, tetapi pengaruhnya sangat kecil.
Permeabilitas
bahan paramagnetik adalah 0μμ>, dan suseptibilitas magnetik bahannya .0>mχ
contoh bahan paramagnetik: alumunium, magnesium, wolfram dan sebagainya. Bahan
diamagnetik dan paramagnetik mempunyai sifat kemagnetan yang lemah. Perubahan medan magnet dengan adanya
bahan tersebut tidaklah besar apabila digunakan sebagai pengisi kumparan
toroida.
Bahan
paramagnetik ada yang positif,
kerentanan kecil untuk medan
magnet.. Bahan-bahan ini sedikit tertarik
oleh medan
magnet dan materi yang tidak mempertahankan sifat magnetik ketika bidang
eksternal dihapus. sifat paramagnetik adalah
karena adanya beberapa elektron tidak berpasangan, dan dari penataan kembali
elektron orbit disebabkan oleh medan
magnet eksternal. bahan paramagnetik termasuk Magnesium, molybdenum, lithium,
dan tantalum
Paramagnetisme
adalah suatu bentuk magnetisme yang hanya terjadi karena adanya medan magnet eksternal.
Material paramagnetik tertarik oleh medan
magnet, dan karenanya memiliki permeabilitas magnetis
relatif lebih besar dari satu (atau, dengan kata lain, suseptibilitas magnetik
positif). Meskipun demikian, tidak seperti ferromagnet yang
juga tertarik oleh medan magnet, paramagnet
tidak mempertahankan magnetismenya sewaktu medan magnet eksternal tak lagi diterapkan.
Ciri-ciri dari bahan paramagnetic adalah:
•
|
Bahan yang resultan
|
•
|
Jika solenoida dimasuki bahan ini
akan dihasilkan induksi magnetik yang lebih besar.
|
•
|
Permeabilitas bahan: u > u o.
Contoh: aluminium, magnesium, wolfram, platina, kayu |
c. Ferromagnetik
Bahan
ferromagnetik adalah bahan yang mempunyai resultan medan atomis besar (Halliday & Resnick,
1989). Hal ini terutama disebabkan oleh momen magnetik spin elektron. Pada
bahan ferromagnetik banyak spin elektron yang tidak berpasangan, misalnya pada
atom besi terdapat empat buah spin elektron yang tidak berpasangan.
Masing-masing spin elektron yang tidak berpasangan ini akan memberikan medan magnetik, sehingga total medan magnetik yang dihasilkan oleh suatu
atom lebih besar.
Kelompok
atom yang mensejajarkan dirinya dalam suatu daerah dinamakan domain. Bahan
feromagnetik sebelum diberi medan magnet luar
mempunyai domain yang momen magnetiknya kuat, tetapi momen magnetik ini
mempunyai arah yang berbeda-beda dari satu domain ke domain yang lain sehingga medan magnet yang
dihasilkan tiap domain saling meniadakan.
Bahan
ini jika diberi medan magnet dari luar, maka
domain-domain ini akan mensejajarkan diri searah dengan medan magnet dari luar. Semakin kuat medan magnetnya semakin
banyak domain-domain yang mensejajarkan dirinya. Akibatnya medan magnet dalam bahan ferromagnetik akan
semakin kuat. Setelah seluruh domain terarahkan, penambahan medan magnet luar tidak memberi pengaruh
apa-apa karena tidak ada lagi domain yang disearahkan. Keadaan ini dinamakan
jenuh atau keadaan saturasi.
Permeabilitas
bahan ferromagnetik adalah 0μμ>>> dan suseptibilitas bahannya
0>>>mχ. contoh bahan ferromagnetik : besi, baja, besi silicon
dan lain-lain. Sifat kemagnetan bahan ferromagnetik ini akan hilang pada
temperatur yang disebut Temperatur Currie. Temperatur Curie untuk besi lemah
adalah 770 0C dan untuk baja adalah 1043 0C.
Bahan
ferromagnetik ada yang positif,
kerentanan besar untuk medan
magnet luar. Mereka menunjukkan daya tarik yang kuat untuk medan magnet dan mampu mempertahankan sifat
magnetik mereka setelah bidang eksternal telah dihapus bahan. Ferromagnetik
memiliki elektron tidak berpasangan sehingga atom mereka memiliki momen magnet
bersih. Mereka mendapatkan magnet
yang kuat sifat mereka karena keberadaan domain magnetik. Dalam domain ini,
sejumlah besar di saat-saat atom (1012 sampai 1015)
adalah sejajar paralel sehingga gaya magnet dalam domain yang kuat. Ketika
bahan feromagnetik dalam keadaan unmagnitized, wilayah hampir secara acak
terorganisir dan medan magnet bersih untuk bagian yang secara keseluruhan
adalah nol.. Ketika kekuatan magnetizing
diberikan, domain menjadi selaras untuk menghasilkan medan magnet yang kuat
dalam bagian.. Besi, nikel, dan kobalt
adalah contoh bahan feromagnetik. Komponen
dengan materi-materi ini biasanya diperiksa dengan menggunakan metode partikel
magnetik.
Ferromagnetisme
adalah sebuah fenomena dimana sebuah material dapat mengalami magnetisasi secara
spontan, dan merupakan satu dari bentuk kemagnetan yang paling kuat. Fenomena inilah yang dapat menjelaskan
kelakuan magnet yang kita jumpai sehari-hari. Ferromagnetisme dan
ferromagnetisme merupakan dasar untuk menjelaskan fenomena magnet permanen.
Ciri-ciri bahan ferromagnetic adalah:
•
|
Bahan yang mempunyai resultan medan magnetis atomis besar.
|
•
|
Tetap bersifat magnetik → sangat
baik sebagai magnet permanen
|
•
|
Jika solenoida diisi bahan ini
akan dihasilkan induksi magnetik sangat besar (bisa ribuan kali).Permeabilitas
bahan ini: u > uo ( miu > miu nol)
Contoh: besi, baja, besi silikon, nikel, kobalt. |
Sifat Kimia Bismut
1. Reaksi dengan air

2Bi (s) + 3H2O (g) Bi2O3 (s) + 3H2 (g)
2. Reaksi dengan udara
Setelah pemanasan bismut bereaksi dengan
oksigen di udara untuk formulir trioksida
bismut (III).

3. Reaksi dengan halogen
Bismut bereaksi dengan fluor untuk
membentuk bismut (V) fluoride.

Bismut bereaksi dalam kondisi yang terkendali dengan halogen fluorin, klorin
bromin, dan iodin
bismut (III) trihalides.
4. Reaksi dengan asam




Bismut larut dalam asam sulfat
pekat atau asam
nitrat, untuk membentuk
solusi yang mengandung Bi (III). Reaksi asam sulfat menghasilkan sulfur
(IV) gas dioksida.
Dengan asam klorida
dalam kehadiran oksigen,
bismut (III) klorida
yang dihasilkan.

Kegunaan
·
Bismut
oxychloride digunakan dalam bidang kosmetik dan bismut subnitrate dan subcarbonate
digunakan dalam bidang obat-obatan.
·
Magnet permanen yang kuat bisa dibuat dari
campuran bismanol (MnBi)
·
Bismut digunakan dalam produksi besi lunak
·
Bismut sedang dikembangkan sebagai katalis dalam
pembuatan acrilic fiber
·
Bismut telah duganakan dalam peyolderan, bismut
rendah racun terutama untuk penyolderan dalam pemrosesan peralatan makanan.
·
Sebagai bahan lapisan kaca keramik
·
Aloi bismuth dengan timbel dan antimony
digunakan untuk piringan pita stereo/tiruan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar