Kamis, 10 Januari 2013

Sahabat-Sahabat Penulis Wahyu



Diantara para juru tulis Rasulullah SAW yang terkenal ( termashur )  yaitu :
1.       Abu Bakar Ash-Shidiq ra. Beliau merupakan khalifah pertama dari khulafaur rasyidin setelah Nabi Muhammad SAW wafat.
2.       Umar bin Khottob ra. Beliau merupakan khalifah kedua yang menjadi pelindung yang sangat kuat bagi agama Islam.
3.       Usman bin Affan ra. Beliau adalah khalifah ketiga yang sangat kaya dan beliau membelanjakan hartanya untuk kepentingan agama Islam.
4.       Ali bin Abi Tholib ra.
5.       Amir bin Fuhairoh. Beliau inilah yang menjadi juru tulis surat-surat Nabi SAW yang dikirim kepada raja-raja untuk menyeru mereka kepada Islam.
6.       Ubay bin Ka’ab. Beliau yang mula-mula menjadi juru tulis pertama Nabi dari kalangan Anshor. Beliau ini seorang yang banyak menulis wahyu.
7.       Tsabit bin Qois bin Syammas.
8.       Zaid bin Tsabit.
9.       Muawiyah bin Abi Sufyan.
10.   Yazid saudara Muawiyah.
11.   Al-Mughiroh bin Syu’bah.
12.   Zuber bin Awwam.
13.   Kholid bin Walid.
14.   Al-Ala Al-Hadromi.
15.   Amru bin Ash.
16.   Muhammad bin Maslamah. Dan beberapa orang lainnya.
Sahabat-Sahabat Yang Hafal Al-Qur'an Sepenuhnya
v  Dari golongan Muhajirin

Selasa, 08 Januari 2013

SEJARAH SINGKAT AL-QURAN


Dikalangan para ulama, termenilologi pengumpulan Al qur’an memiliki dua konotasi, yaitu konotasi penghafalan Al Qur’an dan konotasi penulisan Al qur’an.

1. Penghafalan Al qur’an
Nabi Saw adalah orang pertama yang menghfal Al qur’an. Tindakan Nabi Saw merupakan suri tauladan bagi para sahabatnya. Menurut imam Al Bukhori, para sahabat penghafal Al Qur’an antara lain : Abdullah bin Mas’ud, Salim bin Mi’qal, Mu’adz bin Jabal, Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Abu Zaid bin Sakan, dan Abu Darda. Ada juga para sahabat perempuan yang hafal Al qur’an seperti Aisyah, Hafsah, Ummu Salah, dan Ummu Waraqa.
2. Penulisan Al qur’an
a. Masa Nabi Muhammad Saw.
Pada tahap ini penyandaran pada hafalan lebih banyak dari pada penulisan karena hafalan para sahabat sangat kuat dan cepat disamping sedikitnya orang yang bisa baca tulis dan sarananya. Oleh karena itu, siapa saja dari kalangan mereka yang mendengar satu ayat saja, dia akan langsung menghafalnya atau menulisnya dengan sarana seadanya, seperti pelepah kurma, potongan kulit, permukaan batu, atau tulang belulang.
Nabi Muhammad Saw. juga mempunyai beberapa sekertaris dalam penulisan Al Qur’an yang tugasnya khusus mencatat ayat Al Qur’an, antara lain : Abu Bakar, Ustman bin Affan, Umar bin Khattab, Ali bin Abi thalib, Zaid bin Tsabit, Abu Zaid bin Sakan, Khalid bin Walid, dan Muawiyyah.
Faktor pendorong penulisan Al qur’an ini yaitu :
Ø Membukukan hafalan yang telah dilakukan oleh Nabi Saw dan para sahabat
Ø Mempresentasikan wahyu dengan cara yang paling sempurna.
Pada masa Nabi Muhammad Saw ini Al Qur’an tidak di tulis pada satu tempat, dengan dua alasan yaitu :
Ø Proses penurunan Al Qur’an masih berlanjut, sehingga ada kemungkinan ayat yang turun belakangan “menghapus” redaksi dan ketentuan hukum ayat yang sudah turun dahulu
Ø Penyusunan ayat dan surat Al Qur’an tidak bertolak pada kronologisnya, tetapi pada keserasian ayat atau surat satu dengan yang lain.
b. Masa khulafa’ur rasyidin